Saya selalu amazed sama passionate people by how they live their life. Mengingat saya belum tau passionnya apa, jadi rasanya selaluuuu iri dengan orang yang menjalani profesinya dengan passion.

Tapi karena random thoughts dua hari ini, kekaguman saya berubah.

Fix, I’m amazed by people with value.

Jadi ceritanya entah kenapa ya dua hari yang menurut saya cukup melelahkan ini, physically karena harus commute jakbo by train untuk pelatihan sertifikasi dengan materi yang super duper ajaib, dan mentally karena mesti jauh-jauh dan lama-lama ninggalin anak (seriously saya sampe sempet mau mewek waktu dibilang pelatihannya mesti overtime bgt padahal di undangan seperti jam kerja biasanya), ternyata justru berfaedah ketika saya mencoba mengalihkan kejenuhan lewat : nontonin vlogny @gitasav, ngomongin isu hot sesembak x & y sama mamaksepercurhatan, @shnt yang bikin inget sama quote favorit oas matrikulasi iip, sampaiii materi sertifikasi sendiri.

Awalnya itu semua cuma puzzle insights yang saya dapet. Sampaii kemarin saat nonton vlognya @gitasav soal cita-cita dan somehow diperkuat lagi dengan nonton yang ber-islam. Duh itu makjleb banget.

Vlognya bercerita ttg pencariannya akan cita-cita yang bahkan sampai vlog tsb dibuat, mbaknya belum tau cita-citanya apa. TAPI she knows exactly her purposes in life, yaitu memberikan manfaat untuk umat, instead of herself.

Lalu kemudian berlanjut dengan dengan obrolannya sama @rizkarimi soal ber-Islam. Ini sebenarnya puanjang dan banyaak bgt insightsnya, tapi for the sake of not-so-long-post, intinya yang relevan dengan pemikiran saat ini adalah,

Bahwa ber-Islam itu harus utuh. Kalo saya meragukan sesuatu yang sudah jelas-jelas dijanjikan Allah, berarti saya yang kurang ilmu.

Bahwa ber-Islam itu termasuk mensyiarkan kebaikan atasnya (yang mana jelas baik semua), karena kebaikan jaman sekarang ini harus bgt disebarkan, kan?

Duh.

Siangnya, salah satu grup wasap favorit lagi rame bahas topik sesembak. Saya sendiri nggak terlalu capable untuk nyinyirin dese karena saya merasa nggak lebih baik dari dese, dan yeah, semua manusia pasti punya salah kaaan. Trus pada satu bahasan dgn topik yang sama, ketemulaj saya dengan quote dari postingannya mbak @irrasistible.

If you want to be taken seriously, be consistent.

Maaak. Quotesnya yang baguss ditambah diskusi di grup kesayangan bikin mikir bgt deh. Padahal hanya soal endorse-an yang bikin nggak konsisten dengan nilai yang biasanya digadang-gadang. Ah, betapa nilai mudah digadaikan dengan uang.

Tapi yaaa apa saya jika dalam posisi dia akan memegang erat nilai yang saya punya? Apa saya bakal konsisten?

The question answered directly by the materials I learn today about how to implement Integrated Marketing CommunicationΒ :

To be a good talker, you need to have passion, credibility & connections

Wow.

At the end of the day, I remember what @shnt quoted yesterday,

Rejeki itu pasti. Kemuliaan harus dicari.

Meanwhile,

Saya bekerja biar dapat uang buat jajan go food, bayar daycare, jalan-jalan, beli skincare, dlsb. Seringnya galau karena jauh dari anak-anak. Sering misuh-misuh kalo disuru overtime.

Saya ber-Islam ya ngejalani rukun Islam aja, itu juga masih jauuuuh dari sempurna, huhu. Even momen heboh pilkads kemarin aja, I only spoke up very little times.

Saya jadi anak, istri & orang tua ya gitu-gitu aja. Kalo nemu sesuatu yang nggak memuaskan, cuma mikir dalam hati, “Gpp lah sekali-kali, saya kan butuh waras.”

Saya jadi bagian dari society yang seringkali merasa butuh pengakuan, termasuk likes di instagram, atau komen di facebook, atau pujian di kantor, yang seringnya keinginan kayak gini malah bikin nggak nyaman sama diri sendiri. I forgot what’s more important that that.

Kaan. Itu semua jelas buat diri sendiri semuaaa, Ooov. 😭

So,

Be the person with value, Ov.

Jadilah orang yang berpegang teguh pada nilai-nilai kebaikan dimanapun berada, pada nilai-nilai Islam tanpa keraguam menyiarkannya, nilai kebermanfaatan yang nggak pernah berhenti disebar, yang kemudian menjadi nilai untuk diri sendiri.

Someday. Be it, Ov. Be the person with value.

Posted by:Ovie Asykari

Ibu yang cintanya untuk FF, Zaf & Andra nggak pernah habis.

2 replies on “Be the Person with Value

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s