Lah, iki piye coba, Trip ke Jepang tapi hari pertama Bogor – Jakarta – Spore, hahaha.

Jadi, memang trip ke Jepang itu dijadwalkan 7 hari, dimana 2 harinya kami full berada di perjalanan. Kami dijadwalkan berangkat naik pesawat jam 7 sore sehingga harus berangkat jam 1 siang karena mesti check in jam 4 sore.

Nah, hari Jumatnya, karena saya masih kerja dan anak-anak di daycare, maka malamnya kami begadang untuk siap-siap ina inu. Sebelum pulang, kami menyempatkan mampir ke Kimia Farma untuk beli obat-obatan untuk bekal ke Jepang. Karena nunggu lama dan semakin malam, akhirnya nekad beli sate ayam di pinggir jalan, supaya begitu sampai rumah bs langsung makan dan saya bisa hemat tenaga untuk ga masak karena mesti packing. Huahahaha.

Here comes the disaster..

Sesungguhnya sejak sebulan menjelang berangkat, saya dan Ibonk sudah bertekad kuat dan merencanakan untuk menjaga kesehatan. Sayangnya, tekad & rencana tidak diiringi dengan implementasi yang baik, hiks. Kami tetep begadang. Vitamin lupa dimakan. Dan sebagainya. Tapi alhamdulillah anak-anak sehat semua.

Sampaiiii..

Tengah malam setelah kami makan sate ayam depan Kimia Farma, Zaf mengeluh perutnya sakit. Bener aja, ternyata pagi itu Zaf diare dan muntah-muntah. Rasanyaaaaa lebih sakit dari patah hati tersakit, huhu..

Alhamdulillah MaPa datang pagi itu sehingga bisa memeluk Zafran sementara saya dan Ibonk ngeberesin packingan yang rasanya nggak beres-beres. Sambil packing, sambil konsul sama temen dokter Vika, sambil melukin Zafran, sambil nyiumin Andra, huhuhu. Rasanya pengen di rumah aja kemulan sama anak-anak, tapi tapi tapiiiiiiii…

Akhirnya kami berangkat juga. Zaf yang biasanya selalu semangat setiap bahas Jepang pas mau berangkat malah terkulai lemas di sebelah ibonk, sendirian, sementara saya mangku Andra. Hiks, terima kasih atas pengertianmu Nak, walau sakit tetap nggak nyusahin, nggak ngalem yang berlebihan karena tau Bunda mesti pegang dek Andra. *elap air mata lagi*

Senyum Zaf mulai muncul saat ketemu Faiq, sepupunya. Tapi tetep aja, lemah lesu, seperti hatiku saat itu. Huhu. Lalu kami mulai berangkat sekitar jam 1an. Alhamdulillah diare Zaf mulai baikan, nggak separah pagi hari itu.

FullSizeRender 13

IMG_4407

Flight pertama jam 7an ke Singapura. Saya, Ibonk & Zafandra duduk sederet bertiga. Kami kemudian transit sekitar 3 jam di Changi. Alhamdulillah wa syukurillah, Zaf mulai baikan dan ceria di sinii *sujud syukur*. Apalagi sempet ngeliat playground walau berujung nggak main juga.

IMG_4408IMG_4409

Kami terbang ke Jepang dari Singapore hampir jam 1 pagi, setelah kami ajak bayi dan toddler muter-muter Changi. Sebelum terbang, kami sempat nyobain musholla di Changi yang cukup nyaman dan lumayan bikin kita selonjoran sebentar sebelum akhirnya ngabisin voucher belanja lalu ngejar-ngejar pesawat. Huahahaha. Penyakit kami memang selaluuu ngejar-ngejar pesawat, pfft.

IMG_0386

Bersyukur Changi punya trolly lengkap dengan baby seat, jadii saya nggak perlu nggembol Andra selama transit. Fasilitas bandara yang sangat menyamankan orang tua yang nggak bawa stroller. Hmmmm, semoga Soekarno Hatta cepat menyusul ya!

IMG_4410

Sesungguhnya kalo dipikir-pikir hari pertama adalah hari yang penuh keseruan. Cocok untuk mengawali trip kami yang super seru dan heboh, haha. Tunggu cerita hari berikutnya ya! 🙂

IMG_4411

Posted by:Ovie Asykari

Ibu yang cintanya untuk FF, Zaf & Andra nggak pernah habis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s